Title :
My Angel, Taehyung..
Author : babyneukdae_61
Main Cast :
1. Park Ae Rin (OC)
2. Kim Taehyung a.k.a V (BTS)
1. Park Ae Rin (OC)
2. Kim Taehyung a.k.a V (BTS)
Other Cast :
1. All BTS Member
1. All BTS Member
2.
Byun Baek Hyun (Kim Baek Hyun) a.k.a Baekhyun (EXO-K)
3. All EXO-K Member
4. Kwon Tae Ra (OC)
5. Park Ri Eun (OC)
6. Wu Yi Fan (EXO-M)
7. Kunpimook Bhuwakul (Kim Bam Bam) a.k.a Bambam
(GOT7)
Length : Chaptered
Genre : School Life, Romance, Friendship, “A bit”
Comedy
Rate : T
Disclaimer :
Cast BTS dan EXO milik Tuhan YME,
Agensi masing-masing (Big Hit & SM), dan keluarganya, tapi Taehyung sama
Chanyeolnya punya author yang yeppeo ini ^_^ *dirajam sama EXO-L – ARMY-_-* *#Author: sakit bang!!!* *#EXO-K-L-ARMY : Bodo
amet, TaeTae sama Yeollie punya kita semua...*
*#Author: Iya sih...Hehehehe* OC
milik Author, alur cerita milik Author, no copycats!! FF ini terinspirasi dari
“someone” (my crush, hopefully he is my last crush J) yang ketiduran di kelas, wajahnya
[menurut gw], just like an angel ^-^. Oke Check It Out, readers!!! Jangan lupa
RCL ya!! Don’t be a silent reader!! Ahh... one else! FF ini juga gw post di blog gw yang satu
lagi..... http://www.theworldofparkcharin.wordpress.com/
Warning!! Gaje, bikin kejang-kejang
ampe berbusa! Maklumkan jika ada typo bertebaran di mana-mana! Because typo is
my style.. Tapi kalo ga ada, chukkaeyo, Anda tidak membaca tulisan yang aneh-aneh
dari FF ini.
NB: Di sini disebutkan EXO-M juga.
Anggap mereka lebih tua dari EXO-K. Thanks....
Summary:
Inilah
hari pertamaku di sekolah baruku, KKFS. Dimana aku akan mendapatkan
pengalaman-pengalaman baru sebagai seorang remaja, dan mungkin
pengalaman-pengalamanku di sekolah ini berbeda dengan pengalaman-pengalamanku
di Kirin International High School.
Dan
ternyata benar. Di dalam gedung KKFS inilah, tepatnya di dalam ruang kelas 2-2
lah, aku bertemu dengan seorang malaikat yang selalu ada untukku, selalu
membantuku, dan juga selalu melindungiku.
Akankah
aku menemukan malaikat lain yang sepertinya, atau mungkin lebih baik darinya?
Kaulah
malaikatku, malaikat penjagaku, Kim Tae Hyung....
-Park
Ae Rin-
My Angel, Taehyung..
At the first time I met you, I think that you
are an angel from heaven.
Will I can find other angel like you, Kim Tae
Hyung?
-Park Ae Rin-
#Author’s POV
Jam dinding di kamar itu menunjukkan
pukul 06.10. Semburat cahaya memasuki sela-sela jendela kamar yang tertutup
oleh tirai berwarna ungu lavender. Tampaklah seorang gadis yang masih terbaring
di tempat tidurnya, dengan mata tertutup pastinya. Oh, tunggu. Sepertinya gadis
itu sudah tak ada di tempat tidurnya. Ia sudah ada di kamar mandi di kamarnya.
Ya, kamar mandi yang ada di kamarnya. Fasilitas yang lengkap. Ahh sudahlah,
mari kembali pada cerita.
Saat itulah terdengar suara derap kaki
seseorang di tangga dekat kamar gadis itu. Ternyata suara derap kaki ini milik
seorang gadis yang kini melangkah menuju kamar gadis pertama yang kita
bicarakan tadi.
“Aerin-ah, Ireona!!! Ayo, gadis
malas!! Ini hari pertamamu di sekolah barumu!!...” Terdengar suara gadis yang
sedang menuju kamar gadis pertama yang kita bicarakan.
“Aerin-ah, ireo..” kata-kata gadis itu
terputus ketika melihat tempat tidur di kamar itu kosong. “...na?” ia
menyelesaikan kata-katanya yang terputus tadi.
“ Ne,eonni! Aku di sini, di kamar
mandi ku!!” jawab sang pemilik nama Aerin itu.
“Sudah bangun kau rupanya. Ya sudah, setelah
kau mandi dan mengenakan baju seragam mu, segera ke ruang makan. Hari ini hari
pertamamu di sekolah barumu,jadi kau harus cepat, arra?”Kata gadis yang disebut
“eonni” oleh Aerin.
“Ne, arra”
Ya, gadis yang ada di kamar mandi itu
bernama Aerin, Park Ae Rin lengkapnya. Dan gadis yang dipanggil ‘eonni’ oleh
Aerin adalah kakaknya, namanya Park Ri Eun. Usianya 1 tahun lebih tua dari Aerin.
Setelah mandi, Aerin mengenakan
seragam sekolahnya, tentu saja seragam barunya. Setelah mengenakan kemeja
putih,rok dan dasi yang sama-sama bermotif kotak-kotak, ia mengenakan blazer
resmi dari sekolahnya,dimana terdapat nametag nama nya yang bertuliskan Park Ae
Rin. Ia memandang ke cermin, menyisir rambutnya, dan memakaikan rambutnya
jepitan rambut berhiaskan pita berwarna biru laut. Setelah itu, ia mengambil
tasnya yang ada di tempat tidurnya, lalu meninggalkan kamarnya dan pergi ke
ruang makan.
SKIP
#Author’s POV end
#Aerin’s POV
Hari ini hari pertamaku di sekolah
baruku. Tadi kakak perempuanku, Ri Eun eonni, masuk ke kamarku, aku yakin gadis
yang umurnya 1 tahun lebih tua dari ku
itu akan membangunkanku. Tapi aku sudah bangun sebelum Rieun eonni masuk ke
kamarku. Ya, saat itu aku sedang mandi. Setelah aku mandi, aku mengenakan
seragam sekolah baruku, menyisir dan merapikan rambutku. Setelah itu, aku
mengambil tasku, meninggalkan kamarku, dan bergegas ke ruang makan untuk
sarapan.
Sekarang aku sedang menunggu jemputan
dari kakak sepupuku, Chanyeol oppa. Ia
akan menjemputku dengan mobilnya. Chanyeol oppa duduk di kelas 3-1 SMA di
Korean Kent Foreign School, sekolah baruku. Aku duduk di kelas 2-2. Rieun eonni
juga satu sekolah dengan ku, dia di kelas 3-2. Oh iya, aku belum memberitahu
bagaimana Rieun eonni ke sekolah. Ya, Rieun eonni pergi dengan teman-temannya.
Dengan mobil pastinya.
Tak lama kemudian, mobil Chanyeol oppa tiba di rumahku. Aku pun langsung
masuk ke mobil Chanyeol oppa setelah ia menyuruhku masuk.
“Oppa, Jiminnie di mana?” tanyaku ketika aku tak melihat sepupuku itu tidak
ikut dengan Chanyeol oppa.
“Oh.. dia pergi dengan teman-temannya pagi ini.”
“Aerin-ah, apa kau senang masuk ke sekolah baru?”
“Ya, begitulah,oppa. Sebenarnya,aku
sedikit merindukan teman-teman ku di sekolahku yang dulu. Tapi, sekarang aku
adalah siswa Korean Kent Foreign School. Sama seperti Chanyeol oppa.”jawabku.
“Ohh.. baguslah kalau begitu. Ngomong-ngomong, nanti kau di kelas berapa?”
tanya Chanyeol oppa lagi.
“Aku? Aku di kelas 2-2.Memangnya kenapa?” Jawabku.
“Jinjja? Kelas 2-2?” Tanya Chanyeol oppa antusias. Apa yang salah dengan
kelas baru ku?
“Ada apa dengan kelas itu?Apa ada yang salah dengan kelas baruku itu?” aku
bertanya dengan penasaran.
“Ani. Tidak ada yang salah. Sebenarnya sih......” Aishhh.. apa lagi ini?
“Sebenarnya apa,oppa?” tanyaku lagi. Sebenarnya apa yang dimaksud oleh
Chanyeol oppa?
“........ Sebenarnya Chanyeol oppa menyukai salah seorang gadis di kelasmu
itu. Namanya Kwon Tae Ra. Senyumnya manis, sifatnya ceria, dia seorang happy
virus, sama seperti oppa. Tapi.... salah satu anggota BTS, Jung Ho Seok , ia juga
menyukai Taera. Awalnya aku ingin beradu mulut dengan namja itu. Tapi mengingat
BTS dan EXO-K bersahabat, oppa tidak ingin merusak hubungan kami. Bagi seorang
Park Chanyeol, cinta itu boleh diperjuangkan, asalkan tidak mengorbankan
persahabatan. Apalagi adik oppa, yang juga sepupumu itu, “Si Pendek Jimin”,
juga bersahabat dengan mereka. Aku tak mau merusak persahabatan kami. Cinta itu
bisa dicari, tapi Tuhan menganugerahkan sahabat seperti mereka untuk seumur
hidupku.” Jelas Chanyeol oppa panjang
lebar.
“Jung Ho Seok? Siapa dia?” tanyaku penasaran.
“Ahh.. nanti kau juga tahu. Yang pasti aku lebih tampan darinya” Ahh... Chanyeol
oppa mulai lagi.
“Ahh, sudahlah, persahabatan lebih penting dari cinta, Aerin-ah.”
“Ohh.... ne, aku mengerti. Dari kecil aku sudah tahu, kau sangat menghargai
persahabatan, oppa. Ngomong-ngomong soal BTS dan EXO-K, aku sudah tahu, kan oppa sering
cerita. ” kataku.
“Kau benar. Dan kami bersahabat. Karena kami melakukan hal-hal yang sama,
yaitu bernyanyi, rap, dan dance. Dan karena kesamaan itu, kami bisa saling
melengkapi. Itulah gunanya persahabatan, bukan? Saling melengkapi satu sama
lain, saling berbagi suka dan duka. “ Chanyeol oppa menjelaskan kesamaan antara
EXO-K dan BTS yang membuat dua grup besar itu bersahabat. Mungkin dari Chanyeol
oppa,aku dapat belajar betapa berharganya persahabatan. Love is precious, but friendship is unestimated. Park Aerin, kau
beruntung memiliki sepupu seperti Park Chanyeol. Berbadan tinggi, pembawa
kegembiraan, dan juga sangat menghargai persahabatan.
Suasana pun menjadi sepi. Chanyeol oppa kembali fokus dengan mobilnya.
Sementara aku, aku mendengarkan lagu di ponselku.
“Oh iya, apa aku pernah cerita tentang EXO-M, grup yang juga sepopuler
EXO-K dan BTS?” tiba-tiba Chanyeol oppa kembali memecahkan keheningan di mobil.
“EXO-M? Siapa mereka?” tanyaku.
“Mereka itu sunbae EXO-K. 4 dari mereka berasal dari China. 2 orang lain
dari Korea. Mereka sudah lulus dari KKFS. Mereka sekarang sedang melanjutkan
kuliah di luar kota, bahkan ada yang di luar negeri. Tapi ada satu dari mereka
yang melanjutkan kuliahnya di kota ini sambil melatih tim basket KKFS. Namanya
Wu Yi Fan, dia itu Leader EXO-M. Dia lebih tinggi dari ku, dan kuakui, dia
keren dan juga tampan. Andaikata aku seorang yeoja, mungkin aku akan jatuh
cinta pada Wu Fan hyung. Itu yang membuat aku tertarik pada basket. Tapi apa
kau tahu, di balik karismanya itu, dia ternyata mempunyai boneka kesayangan,
namanya Ace, Ace adalah boneka anjing pemberian Tao hyung, sahabatnya. Oh, kita
sudah sampai di sekolah barumu, yang juga sekaligus sekolahku”saat Chanyeol oppa
baru selesai membicarakan sunbaenya itu, kami tiba di sekolah baruku, yang
sekaligus sekolah Chanyeol oppa.
“Oh, sudah sampai? Baiklah. Terimakasih sudah mengantarkanku pagi ini.” Aku
pun berterimakasih kepada Chanyeol oppa yang sudah mengantarkan ku pagi ini.
“No problem, Aerin-ah. Selamat
menjalani hari pertamamu di sekolah baru, Aerin-ah. Oppa akan selalu mendukung
mu! Hwaiting!” Chanyeol oppa mengucapkan terima kasih kembali, sekaligus
menyemangatiku untuk hari pertamaku di sekolah baruku.
“Ne. Kamshamida atas dukungan oppa. Baiklah, aku masuk dulu oppa!” Sambil
melambaikan tangan aku berpamitan dengan Chanyeol oppa.
“Ne.” Jawab Chanyeol oppa. Aku masuk ke dalam lingkungan sekolah baru ku,
sementara Chanyeol oppa memarkirkan mobil.
Aku pun menemui kepala sekolahku, Jung Songsaengnim. Setelah diajak
berkeliling melihat lingkungan sekolah, Jung Songsaengnim mempersilakanku ke
lokerku. Jung Songsaengnim memberikan kunci lokerku kepada ku. Loker nomor
2-B-22. Tak lupa aku mengucapkan terimakasih karena sudah diajak berkeliling,
dan aku pun membungkuk memberi hormat kepada Jung Songsaengnim. Setelah itu
Jung Songsaengnim pergi meninggalkanku.
Aku pun mencari lokerku. Loker nomor 2-B-22. Aissshh... dimana lokerku itu?
Ahhh..itu dia! Aku pun membuka lokerku, lalu memasukkan buku-bukuku. Namun
karena kecerobohanku, aku menjatuhkan buku-bukuku. Aku pun berjongkok untuk
mengambilnya. Saat aku akan memasukkannya, tiba-tiba buku agendaku terjatuh.
Saat aku akan mengambilnya, ada tangan lain-tentunya itu bukan tanganku- yang
mengambil bukuku itu. Tangan itu milik seorang namja, namja itu melihat buku
itu sejenak.
“Ini milikmu?” tanya namja itu.
“Ne, itu milikku.” Jawabku.
“Ini, ambillah.” Namja itu memberikan buku itu sambil tersenyum kepadaku.
“Gomawo.” Aku berterimakasih kepadanya.
“Ne cheonma.” Jawab namja itu. Lalu namja itu pergi.
“Wah, namja itu baik juga. Senyumnya juga manis. Tapi, dia siapa ya?”
pikirku. “Ahh, sudahlah. Tak perlu kupikirkan.”
Tareureung... Tareureung.... bel tanda masuk ke kelas pun berbunyi. Aku pun
masuk ke kelas ku bersama Park Songsaengnim.
“Selamat pagi semuanya, hari ini kalian punya teman baru. Nah, perkenalkan
dirimu.” Im Songsaengnim mempersilakanku memperkenalkan diri.
“Gomawo, Im Songsaengnim”
“Annyeong haseyo, Park Aerin imnida. Aku pindahan dari Kirin International
High School. Karena aku masih baru di sini, aku mohon bantuannya. Bangapta.”
Aku memperkenalkan diriku di depan teman-teman baruku.
“Terimakasih atas perkenalannya. Nah, Aerin-ssi, sekarang kau boleh duduk.
Tunggu, kau duduk dimana ya? Hmm....” Im Songsaengnim melihat satu persatu
tempat duduk di kelas itu.
“Nah, kau duduk di situ, arra?” kata Im Songsaengnim setelah menemukan
tempat duduk yang kosong, lalu menunjukkan tempat duduk yang kosong itu yang
akan menjadi tempat dudukku.
“Ne, arra.” Jawabku. Aku pun duduk di tempat yang ditunjukkan oleh Im Songsaengnim. Setelah itu, Im Songsaengnim
meninggalkan kelas kami. Saat Im Songsaengnim menunjukkan tempat duduk itu dan
menyuruhku duduk di situ, aku belum sempat melihat siapakah deskmateku itu. Karena
itu, saat aku duduk, aku melirik ke arah teman sebangkuku itu. Teman sebangkuku
itu seorang namja. Dia sedang melihat ke luar jendela kelas-- kebetulan tempat
duduk kami dekat dengan jendela--. Lalu, ia berbalik melihatku. Ternyata, namja
ini... chakkaman, biarkan aku mengingatnya dulu.... namja ini....
Flashback...
“Ini milikmu?” tanya
namja itu.
“Ne, itu milikku.”
Jawabku.
“Ini, ambillah.” Namja
itu memberikan buku itu sambil tersenyum kepadaku.
“Gomawo.” Aku
berterimakasih kepadanya.
“Ne cheonma.” Jawab
namja itu. Lalu namja itu pergi.
Flashback end....
Bingo! Namja ini yang tadi mengambilkan buku agendaku.
“Kau, yang tadi mengambilkan buku agendaku yang jatuh tadi, kan?” tanyaku
“Ne. Itu aku. Oh iya, Kim Tae Hyung imnida.” Jawabnya, lalu memperkenalkan
diri sambil tersenyum padaku.
“Park Aerin imnida. Ngomong-ngomong, terima kasih sudah mengambilkan
bukuku.” Aku memperkenalkan diriku, dan juga berterimakasih sekali lagi karena ia
sudah mengambilkan bukuku.
“Ne, tidak perlu sungkan. Jadi sekarang, kita berteman, kan?”
“Ne, sekarang kita berteman.”
“Ngomong-ngomong, boleh kuminta nomor ponselmu? “ Taehyung meminta nomor
ponselku?
“Untuk?”
“Ya, untuk menanyakan tentang PR, atau yang lainnya.”
“Baiklah, tapi aku minta nomor ponselmu juga. Ini nomorku.” Jawabku sambil
memberikan secarik kertas kecil yang bertuliskan nomor ponselku.
“Gomawo. Nah, ini nomorku.” Taehyung
memberikan secarik kertas kecil yang bertuliskan nomor ponselnya.
“Gomawo, Taehyung-ah”
“Cheonma.”
#Aerin’s POV end
#Taehyung’s POV
Pagi ini, aku mengambilkan buku seorang yeoja yang terjatuh. Sepertinya aku
belum pernah melihat yeoja ini di sekolah. Pikirku yeoja ini adalah adik
kelasku. Dan ternyata, yeoja ini siswa
baru di kelasku. Namanya Park Ae Rin. Dia sekarang adalah teman sebangkuku. Tak kusangka aku akan sekelas dengannya,
bahkan sebangku dengannya. Kau tahu, sekarang aku dan dia berteman. Bahkan, aku
dan Aerin sudah saling memberi nomor ponsel. Ya, lumayan untuk menanyakan PR,
atau mungkin sekedar mengobrol saja.
Sekarang waktunya pelajaran matematika. Ya, ini salah satu pelajaran yang
paling kubenci. Meskipun begitu, aku harus menyukai pelajaran ini, karena
dengan menyukai pelajaran ini aku dapat menerima pelajaran ini dengan baik.
Alhasil, aku menjadi pandai dalam matematika, dan aku termasuk dalam kumpulan
siswa-siswi yang bisa dibilang mahir dalam matematika. Aku tidak bermaksud
sombong, hehehehe...
“Nah sekarang kalian kerjakan soal-soal ini, arra?” Park Songsaengnim
meminta kami mengerjakan soal yang ada di papan tulis. Aku pun mengerjakan
soal-soal yang Park Songsaengnim berikan. Dari
15 soal yang Park Songsaengnim berikan, aku sudah mengerjakan 10 soal,
dalam waktu 15 menit. Saat aku akan mengerjakan soal ke-11, aku mendengar
seseorang menyebut namaku.
“Taehyung-ah” Ahh,itu suara deskmate ku, Aerin.
“Mwo?”
“Kau bisa mengerjakannya?”
“Bisa dibilang iya. Ada apa, Aerin-ah”
“Bisa kau ajarkan aku bagaimana cara mengerjakannya?”
“Hmm... baiklah, jadi begini caranya.... bla...bla...bla...(=aku sedang
menjelaskan materi ini kepada deskmateku)”
“Gomawo, Taehyung-ah”
“Cheonma”
Setelah aku mengerjakan 5 soal yang tersisa, aku merapikan bukuku, lalu aku
membaringkan kepalaku di atas meja. Tak terasa, aku tertidur. Mungkin karena
aku bosan, dan aku tak tahu apa yang dapat aku kerjakan. Lagipula, Park
Songsaengnim sedang pergi, jadi aku bisa tidur. Dasar Taehyungie, ini masih
pagi, dan kau sudah ingin tidur lagi?
Hmm... ngomong-ngomong, apa Aerin sudah selesai? Aku membuka mataku sedikit
untuk melihat apakah Aerin masih menulis. Dia tak ada di kursinya. Mungkin ia
pergi ke toilet.
Aku pun menutup mataku lagi. Aku hampir masuk ke alam mimpiku, namun
digagalkan oleh suara orang yang menyebut namaku.
“Taehyung-ah”
“Mwo?” kataku dengan mata tertutup. Aku pun membuka mataku untuk melihat
siapa yang memanggilku.
“Annyeong, My BlankTae”
“AAAHH...” aku kaget setengah mati karena saat aku membuka mataku, wajah
orang yang menyebut namaku tadi tepat ada di depan mataku. Dalam jarak yang
sangat dekat.
“YAK!! JUNG HO SEOK!!!!! Kau hampir membuat jantungku terlepas dari
tubuhku, tahu!!!” Ya Tuhan..... Hoseok
senang sekali menjahiliku.
“Hehe.. mianhae Taehyungie. Kau seperti putri tidur saja. Ireona!!” jawab
Hoseok.
“Ne, ne, aku bangun!!!!” ahh, sahabatku ini selalu membatalkan acara
tidurku-__-
“Kau sudah selesai mengerjakan soal-soal itu?” tanya Hoseok.
“Sudah. Kau?”
“Aku juga sudah. Benar-benar soal yang bisanya bikin menderita!”
“Ya, aku juga berpikir begitu. Ya.. minggir kau! Empunya bangku ini sudah
kembali!” Aku mengusirnya ketika melihat Aerin datang.
“Ne, ne aku pergi. Baiklah, aku ke si Namjoon dulu ya!”
“Ne.” Hoseok pun mendatangi Namjoon. Ah, aku yakin mereka akan membicarakan
tentang rap lagi.
“Taehyung-ah, kau sudah selesai mengerjakan soal-soal dari Park
Songsaengnim?” Saat Aerin duduk, ia menanyakan ku tentang tugasku.
“Sudah. Kau?”
“Sudah, dong! Ini berkatmu, Taehyung-ah. Gomawo sudah mengajariku tadi.”
“Cheonma, Aerin-ah.”
“Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa mengerjakan tugas matematika ini?”
“Karena aku menyukai pelajaran ini.”
“Jinjja? Setahuku, matematika itu musuh bagi banyak siswa.”
“That’s right, Aerin-ah. Kau tahu, dulu nilai matematika ku juga selalu di
bawah 5. Itu karena aku benci pelajaran ini. Tapi setelah aku mulai bersahabat
dengan matematika, PR dan tes matematika tidak menyeramkan lagi buatku.” Aku
menceritakan bagaimana buruknya matematika bagiku dulu.
“Bahkan Taehyung pernah hampir pingsan ketika ia mengetahui orangtuanya
akan dipanggil ke sekolah hanya karena matematika. Mungkin Baekhyun hyung dan
Bambam sudah menertawainya habis-habisan karena ia berurusan dengan wali kelas
hanya karena matematika. Aku bahkan tertawa sampai-sampai aku hampir
mengeluarkan air mata ketika melihat ekspresi Taehyung saat itu!” Tiba-tiba
seorang namja yang mengetahui topik pembicaraan kami ikut-ikutan dalam obrolan
kami.
“Kookie-ah.... kubunuh kau!” aku berkata seperti itu sambil memasang death
glareku kepada namja itu.
“Jinjja?” Aerin bertanya dengan antusias kepada namja itu.
“Geurae.. By the way, aku belum memperkenalkan diriku. Jeon Jungkook
imnida. “ namja itu memperkenalkan dirinya.
“Park Aerin imnida.”
“Aerin, jangan dengarkan kata-kata Jungkook tadi. Aku tak pernah sampai
hampir pingsan seperti itu.” Aku berusaha membela diriku. Jungkook, aku rasa
kau benar-benar ingin merasakan kepalan tanganku meluncur dan menabrak wajah
tampanmu itu.
“Ne, ne. Aku hanya bercanda, BlankTae” Jungkook bilang, dia hanya bercanda.
Ahh... hampir saja aku ingin memukulnya. Kookie-ah, awas kau!!
“BlankTae? Jadi itu sebutanmu?” Aku rasa Aerin penasaran mengapa aku
dipanggil ‘BlankTae’
“Geurae. Itu karena ekspresi kosongku. Jadi teman-temanku memanggilku
BlankTae. Sebutan yang bagus, bukan?” jelasku
“Ahh... terserah kau saja. “ jawab Aerin.
Tareureung... Tareureung.... bel istirahat berbunyi. Inilah yang kutunggu
dari tadi.Aku dan Aerin masih belum keluar dari bangku kami.
Teman-teman BTS-ku mendatangiku.
“Hey, Taehyungie! Sekarang kau tidak duduk sendiri lagi, bukan? “ Namjoon
menyapaku dan berbasa-basi tentang deskmate baruku.
“Ne, terserah kau saja. Aerin-ah, ini teman-temanku, BTS. “ aku
memperkenalkan teman-temanku.
“Annyeong, Kim Nam Joon imnida.Bangapta.”
“Annyeong, Kim Seok Jin
imnida.Bangapta.”
“Annyeong, Min Yoon Gi
imnida.Bangapta.”
“Annyeong, Jung Ho Seok imnida.Bangapta.”
“Annyeong, namjadeul. Bangapta. Ngomong-ngomong, aku pergi dulu. Sampai
ketemu. Senang dapat bertemu
kalian.”Aerin menanggapi perkenalan mereka.
“ Bye, Aerin. Sampai ketemu lagi!’ jawab anggota BTS serempak.Setelah itu,
Aerin pergi meninggalkan mereka.
“Kookie, kau tidak memperkenalkan diri tadi?” tanya Seokjin.
“Dia sudah memperkenalkan diri tadi, saat ia datang ke mejaku.” Jawabku.
“I see.” Kata Seokjin.
“Dia cantik juga,ya.”kata Namjoon tentang Aerin. Sepertinya sahabatku yang
satu ini mengagumi Aerin. Kuakui, Aerin cantik juga. Andai aku perempuan, siapa
ya, yang lebih cantik? Aku atau Aerin? Hihihi....
“Pastinya, dong! Dia kan sepupuku! Kalau aku tampan, pasti sepupuku
cantik,dong!” tiba-tiba Jimin berkata begitu. Dan apa kalian ingin tahu reaksi
kami?
“MWO???? SEPUPUMU?JINJJA????” Aku dan teman-teman BTS (minus Jimin) kaget
mendengar kata-kata Jimin. Aerin itu sepupunya si cebol??
“Geurae. Aerin itu sepupuku. Lihat saja, marga kami sama, bukan? Dia lebih
tua 5 bulan dariku. Ulang tahunnya 23 Mei.” Jelas Jimin.
“Aku masih tidak percaya. Jinjja??” kata Hoseok. Ya, aku pun masih kaget
dan tidak percaya.
“Geurae, aku sepupunya. Iya kan Jiminnie?” tiba-tiba Aerin datang dan
menguatkan statement yang dibuat oleh Jimin.
“Geurae, Aerinnie” Jimin menanggapi kata-kata Aerin.
Sekarang aku percaya. Mungkin Hoseok juga.
“Ohhhh.... I see..” kami pun ber”oh” ria.
“Berarti, kau sepupu Chanyeol hyung juga, kan?” tanyaku kepada Aerin. Kau
tahu, aku juga dekat dengan Chanyeol hyung, sunbae ku.
“Pastinya.” Jawab Aerin. “Memangnya kenapa?”
“Ani, aku cukup dekat dengan Chanyeol hyung. Hyung ku bersahabat dengan
Chanyeol hyung, jadi aku bisa dekat dengannya.” Jawabku.
“I see.” Kata Aerin.
“Taehyungie, bisa kau temani aku ke kantin? Aku rasa aku sudah lapar.”
Tiba-tiba Jungkook mengajakku ke kantin. Ahhh, Kookie-ah, kau selalu cepat lapar.
“Ne, kajja. Ada yang mau ikut lagi?” jawabku sambil bertanya apakah ada
yang mau ikut lagi.
“Aku mau ikut!” kata Hoseok.
“Aku juga! Seokjin, kau tidak mau ikut?” Yoongi juga ikut dengan kami. Yoongi
juga mengajak Seokjin.
“Ani, aku tak mau makan dulu. Kau lihat, aku sedang mengunyah permen
karet.” Tolak Seokjin sambil mengunyah permen karet.
“Baiklah, kajja!” Ajakku kepada Hoseok, Yoongi, dan Jungkook. Aku, Hoseok,
Yoongi, dan Jungkook pun meninggalkan kelas, sementara Aerin mengobrol dengan Namjoon
dan Jimin. Dan Seokjin, dia mengunyah permen karet lagi, sambil membaca komik
yang aku pinjamkan kepadanya.
Kami pun tiba di kantin. Saat itulah aku merasakan ada yang menyentuh
bahuku.
“Taehyungie Hyung!” ternyata itu Bambam, adikku yang duduk di kelas 1-1.
“Mwo?” jawabku.
“Nanti hyung langsung pulang, atau tidak? Kalau Baekhyun hyung? ” tanya
Bambam.
“Mungkin langsung pulang. Tapi nanti teman-teman hyung akan ke rumah
nanti. Kalau Baekhyun hyung, molla.
Memangnya kenapa?” jawabku.
Tiba-tiba ponselku bergetar. Ada pesan masuk. Dari Baekhyun hyung.
From: Baekhyun hyung
Taehyung-ah, aku rasa
aku akan pulang agak sore nanti. Aku akan ke rumah Joonmyun bersama
Chanyeol,Chaerin, Minzy, dan Kyungsoo. Kami ada kerja kelompok. Kau jaga
Bambam, arra?
“Bambam-ah, hyung baru mendapat pesan dari Baekhyun hyung. Dia akan pulang
agak sore hari ini. Katanya ada kerja kelompok di rumah Joonmyun hyung.” Kataku
kepada Bambam, yang tadi menanyakan rencana Baekhyun hyung sepulang sekolah.
“I see. Tadi aku bertanya begitu, karena aku akan ikut tes seleksi pengurus
OSIS baru, hyung. Kalau aku tidak kabari hyung dulu, yang ada aku akan dimarahi
appa dan umma saat di rumah nanti.” Jelas Bambam.
“Baiklah, Bambam-ah. Chakkaman, hyung mau membalas pesan dari Baekhyun
dulu. “
To: Baekhyun Hyung
Hyung, Bambam mungkin
akan pulang lebih telat juga. Katanya ia ikut tes seleksi pengurus OSIS baru.
Kalau aku sih, langsung pulang, tapi teman-teman BTSku akan berkunjung.
Beberapa saat kemudian, Baekhyun hyung membalas pesanku.
From: Baekhyun Hyung
Oh, iya! Ralat, aku
tidak jadi di rumah Joonmyun. Tadi ia baru mengabariku. Katanya ia dan Kyungsoo
tidak ikut kerja kelompok. Jadi aku, Chanyeol, Chaerin, dan Minzy kerja
kelompok di rumah Minzy. Joonmyun dan Kyungsoo akan tetap di sekolah, mereka
akan memandu tes seleksi. Kan mereka ketua dan wakil ketua OSIS. Teman-teman
BTSmu? Ah iya, aku baru ingat, beri tahu Jimin juga kalau hyungnya akan pulang
lebih sore.
Aku pun membalas pesan dari Baekhyun Hyung lagi.
To: Baekhyun Hyung
Ne, siap, hyung!
Setelah membalas pesan dari Baekhyun hyung, aku, Hoseok, Jungkook,Yoongi,
dan Bambam membeli makanan di kantin. Karena aku bertemu Bambam, ia memintaku
untuk mentraktirnya. Kim Bam Bam, bisakah sekali-kali kau traktir hyungmu ini?
Ah.. untung saja Hoseok, Jungkook dan Yoongi tidak memintaku mentraktir mereka.
Ya, akhirnya aku mentraktir dongsaengku ini. Aigoo... maafkan aku, dompetku
tersayang...
Lihat saja, aku akan meminta Bambam mentraktirku jika ia diterima menjadi
pengurus OSIS baru.
#Taehyung’s POV end
#Aerin’s POV
Aku tak menyangka aku akan bertemu namja ini lagi. Bahkan bukan hanya
bertemu, melainkan juga sekelas, bahkan sebangku dengannya. Kim Tae Hyung.
Teman pertamaku di sekolah baruku.
Kau tahu, bahkan aku tak menyangka kalau Taehyung juga pandai dalam
matematika, meskipun kepandaiannya itu berasal dari masa lalunya yang kelam
karena matematika. Tadi ia malah mengajariku bagaimana cara mengerjakan soal
yang diberikan Park Songsaengnim tadi.
Tadi aku juga berkenalan dengan teman-teman Taehyung. Jungkook, Namjoon,
Seokjin, Hoseok, dan Yoongi. Mengapa Jimin tak kusebut? Sudah jelas, dia kan
sepupuku.
Tunggu! Hoseok? Jung Hoseok? Ohh... sekarang aku tahu yang mana Jung Ho
Seok itu. Namja itu lumayan tampan. Tapi memang lebih tampan Chanyeol oppa.
Hihihi....
Sayangnya aku belum bertemu dengan yeoja yang bernama Kwon Tae Ra itu. Ya,
teman-teman pertamaku itu namja semua! 6 orang namja yang tergabung dalam BTS,
ditambah sepupuku, Jimin.
Ah, lagipula, nanti juga aku akan bertemu dengannya.
SKIP
Tareureung... Tareureung..... waktunya pulang! Aku pun membereskan
buku-bukuku, dan memasukkannya ke dalam tasku. Begitu juga Taehyung. Setelah
itu, kami semua keluar dari kelas.
Aku menuju ke lokerku. Sementara Taehyung
berkumpul dengan teman-teman BTS-nya.
Saat aku membuka lokerku, tak sengaja pintu lokerku mengenai kepala seorang
yeoja. Aigoo!! Aku takut sesuatu terjadi terhadap yeoja itu. Aku pun menutup
pintu loker itu dan menghampiri yeoja yang terjatuh dekat lokerku.
“Mianhae! Jeongmal mianhae! Neoneun gwenchanha?” aku meminta maaf kepada
yeoja itu, lalu menanyakan apakah ia baik-baik saja.
“Naneun gwenchanha, sudah, aku tidak apa-apa.” Jawab yeoja itu.
“Kau siswa baru di kelas 2-2, kan?” tanya yeoja itu.
“Geurae. Park Aerin imnida.” Aku memperkenalkan diriku.
“Kwon Taera imnida. Kau sebangku dengan si BlankTae, kan?”
“Geurae. Aku senang dapat bertemu dan kenal denganmu.”
“Me too. Boleh kuminta nomor ponselmu?”
“Silahkan saja. Chakkaman. Nah, ini.” Aku memberikan secarik kertas kecil
bertuliskan nomor ponselku.
“Gomawo. Nah, ini nomorku. Oh iya, aku pulang dulu,ne!”
“Baiklah, hati-hati, Taera-ah!”
“Ne!”
SKIP
Akhirnya, aku tiba di rumah. Aku yakin rumahku sepi siang ini. Ya, Appa dan
Umma masih bekerja, sementara Rieun eonni mengikuti ekstrakurikuler basket
hingga sore nanti. Seperti biasa, aku masuk ke kamarku yang ada di lantai 2, mengganti
bajuku dengan baju santaiku. Setelah itu, aku pergi ke ruang makan. Ya, aku
yakin kalian tahu apa yang akan aku lakukan, apa lagi kalau bukan makan siang?
Setelah makan siang, aku kembali ke kamarku, membereskan buku-buku yang
kupakai hari ini, lalu menggantinya dengan buku-buku yang akan kupakai besok.
Lalu, aku merapikan lemari bajuku yang sangat berantakan itu. Setelah itu, aku
menyalakan laptopku, menghubungkannya ke speaker yang ada di kamarku, lalu
menyetel lagu-lagu favoritku. Lalu, aku mengambil sketchbookku dan juga
alat-alat menggambarku untuk membuat doodle lagi. Sudah banyak doodle yang
kubuat sejak aku masih SMP. Dan satupun doodle buatanku tak pernah kubuang,
tetapi aku menyimpan semua doodle ku di map khusus. Sekarang, aku akan membuat
doodle dengan tema “First Day at a New School”, karena bagiku, hari pertamaku
sebagai siswi KKFS itu begitu mengesankan. Bisa satu sekolah dengan kakak dan
sepupuku, bertemu dengan 6 orang namja yang mengasyikkan, dan bertemu dengan
“calon adik ipar ku”, Kwon Taera. Hahahaha... lupakan kata-kata yang terakhir!
Tapi, hal yang paling mengesankan bagiku adalah teman pertamaku di sekolah ini,
Kim Tae Hyung. Aku baru mengenalnya, tapi ia mau membantuku. Ahhh... I’m so
lucky to have a friend like him. Rasanya senang sekali punya teman seperti
BlankTae.
Tapi... apakah perasaanku kepada Taehyung akan hanya sebatas teman, atau
sahabat?
Atau....
Mungkinkah ini akan berubah menjadi cinta?
Ah, shit!!! Hilangkan pertanyaan itu dari pikiranmu, Aerin-ah!! Kau dan dia
hanya teman!!! Lagipula, kau belum pernah, bukan, mempunyai sahabat seperti
dia?
Aku pun kembali pada gambarku. Tiba-tiba, ponselku bergetar. Sepertinya ada
pesan masuk.
Ternyata benar, ada pesan masuk. Dari Taera.
From: Kwon Tae Ra
Annyeong, anak baru!
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku pun membalas pesan dari Taera.
To: Kwon Tae Ra
Nado annyeong. Seperti
biasa, membuat doodle.
Beberapa detik kemudian, pesan dari Taera masuk.
From : Kwon Tae Ra
Kau suka membuat
doodle? Sama sepertiku! Tapi, aku masih amatir. Aku baru tertarik menggambar
doodle ketika aku naik ke kelas 2 SMA. Kalau kau?
Wahhh ternyata Taera suka menggambar doodle juga. Chanyeol oppa harus tahu
ini!
Aku pun membalas pesan darinya.
To: Kwon Tae Ra
Jinjja? Kau suka
doodle juga? Berarti kita sama! Aku sih mulai menggambar doodle sejak aku masih
SMP.
Drrrttttt.... Ponselku bergetar lagi. Cepat sekali ia membalas pesanku
From: Kwon Tae Ra
Sejak SMP??
Whoaaaaa... neomu daebak! Aku punya ide, bagaimana kalau kita membuat doodle
bersama. Sekalian mempererat pertemanan kita. Bagaimana kalau.. besok sore,
pukul 3?
Dia ingin membuat doodle bersamaku! Asyik juga. Aku pun membalas pesannya
lagi.
To: Kwon Tae Ra
Sepertinya
menyenangkan! Bagaimana kalau di rumahku?
Tak lama kemudian, ia membalas lagi.
From: Kwon Tae Ra
Baiklah. Tapi
bagaimana, ya? Aku kan tak tahu rumahmu.
Oh, iya! Dia kan tak tahu rumahku. Chakkaman. Aku rasa aku tahu siapa yang
dapat membantunya. Park Jimin! Sepupuku! Ya, dia kan dekat dengan Taera juga.
Aku membalas lagi.
To : Kwon Tae Ra
Bagaimana kalau Jimin
yang mengantarmu? Lagipula, besok ia akan ke rumahku. Untuk mengembalikan
speaker portableku. Aku akan bilang padanya untuk mengantarmu ke rumahku.
Lalu, pesan dari Taera masuk lagi.
From: Kwon Tae Ra
Hmm.. baiklah. Oh,
iya. Aku rasa aku harus pergi dulu. Umma menyuruhku ke minimarket. Sampai
ketemu besok, Aerin-ah!
Aku membalas untuk yang terakhir.
To: Kwon Tae Ra
Ne, sampai nanti. Kau
hati-hati, arra?
Drrt... balasan dari Taera
From : Kwon Tae Ra
Ne, arra. Pastinya.
Setelah itu, aku menelepon Jimin. Inilah percakapan telepon kami.
Jimin: Yeoboseyo,
Aerin-ah. Ada apa?
Aerin: Ya! Jimin-ah.
Dimana speakerku? Kapan akan kau kembalikan?
Jimin: Ah iya!
Speakermu! Besok aku kembalikan. Aku kembalikan di sekolah, ne?
Aerin: Issshhh....
Shireo! Nanti tasku berat! Di rumahku saja. Oh iya, besok, sekalian kau
kembalikan speakerku, bisa kau antar Taera ke rumahku? Kami ada janji.
Jimin: Hmm... Baiklah,
bisa diatur.
Aerin: Gomawo,
Jimin-ah. Ngomong-ngomong, kau sedang apa?
Jimin: Seperti biasa,
aku sedang melihat-lihat kamar Chanyeol hyung. Upss, jangan bilang-bilang
Chanyeol hyung, ne? Dia belum pulang. Biasa, kerja kelompok lagi. Tadi sih aku
dan teman-teman ke rumah si BlankTae. Dan aku sudah pulang sejak sejam yang
lalu.
Aerin: I see. Ya
sudah, aku ingin bersepeda dulu. Ingat, speakerku, dan antarkan Taera ke
rumahku besok, arra? Dan satu lagi, antarkan speakerku dan Taera dengan selamat
dan tak ada cacat sedikitpun.
Jimin: Ne,ne!! Kau
ini-__- Tapi soal kamar Chanyeol hyung, kau jangan bilang-bilang, ya.
Aerin: Ne, ne! Sudah,
aku tutup teleponnya.
Sekarang waktunya aku bersepeda ke taman. Kau tahu, aku paling suka pergi
ke taman tiap sore dengan sepedaku. Aku pun turun ke bawah, namun aku
tersandung sehingga aku terjatuh. Aisshhh, kenapa aku sial begini? Terjatuh
dari tangga, dan membuat betisku berdarah seperti ini karena sempat mengenai
sesuatu yang tajam. Tapi untunglah, darah yang keluar tidak terlalu banyak. Aku
pun membersihkan lukaku, lalu mengobatinya. Aku tidak biasa kalau harus
diperban, karena kalau begitu lukaku tidak akan kering.
Setelah mengobati luka di kakiku, aku pun langsung menuntun sepedaku yang
ada di teras rumahku keluar, lalu aku mengendarai sepedaku. Saat aku telah
menempuh 4 meter dari rumahku, aku bertemu dengan seorang namja yang juga
mengendarai sepeda. Ia muncul dari arah yang sama denganku.
Sepertinya aku tahu namja ini.
Iya! Aku tahu namja ini!
“Kau....” ucapku dalam hati.
TBC
Gimana? Seru, gaje, or what? Maklumin, ini FF korea pertama gw. Tinggalin
jejak lah di sini..... Don’t be a silent reader, jebal.... *bbuing-bbuing –
minjem bbuing-bbuing nya sehun* #Sehun : Woy Thor, bbuing-bbuing gw tuh! #Author : Minjem dulu, bang. Nanti gw traktir
bubble tea lah. #Sehun: Bener ya !! #Reader: Woy Thor ini kenapa ngobrol ama
Sehun dulu? #Author: Iya iya. Kembali ke laptop!
Jangan ketinggalan chapter 2 nya, ya!!